Jumat, 27 April 2012

Bahaya Styrofoam

Bahan pengemas styrofoam atau yang sering kita sebut foam telah menjadi salah satu pilihan paling populer dalam bisnis pangan. Tetapi, riset terkini membuktikan bahwa styrofoam berbahaya. Residu bahan pengemas bebahan polystyren sering dicurigai mempunyai potens bahaya terhadap kesehatan manusia, terutama dianggap sebagai zat karsinogen (Zat yang menyebabkan kanker dengan mengubah asam deoksiribonukleat (DNA) dalam sel-sel tubuh, dan hal ini mengganggu proses-proses biologis)Untuk pertama kalinya, Hiroshi Hattori (wakil dari Divisi Keamanan Pangan Pemerintah Jepang) mengungkapkan bahaya residu styrofoam dalam makanan secara ilmiah, yaitu bahwa styren dimer dan styren trimer terbukti dapat menyebabkan Endocrine Distruption Chemical (EDC) merupakan penyakit yang terjadi akibat adanya gangguan pada sistem endokronogi atau hormon dan reproduksi pada manusia, yang disebabkan oleh bahan kimia yang bersifat karsinogen dalam makanan.Saat ini niiiiih, beberapa lembaga dunia seperti World Health Organization's International Agency for Cancer dan Environmental Protection agency (EPA) telah secara terang-terangan dan blak-blakan mengkategorikan FOAM sbg bahan karsinogen. hiiii sereeemm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar